Kemajuan Bangsa Dimulai Dari Buku!!!

Sebagai bangsa yang besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 225 juta jiwa yang selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya, Indonesia seharusnya dapat menjadi pangsa pasar yang hebat bagi industri buku. Namun kenyataannya tidak demikian.

Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi pula oleh perkembangan industri buku di Negara tersebut. Industri buku dalam suatu Negara menggambarkan semakin luasnya kesadaran dan kebutuhan akan pentingnya ilmu sehingga menjadi faktor kemajuan bangsa.

Saat ini, perkembangan industri buku di Indonesia masih menjadi kabar buruk. Terpuruknya industri perbukuan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya.

Pertama, dari sisi pembaca atau masyarakat pembaca, minat baca masyarakat Indonesia sangatlah kurang. Hal ini terlihat dari budaya sebagian besar masyarakat Indonesia yang belum menggunakan waktu luangnya untuk membaca. Selain itu, masyarakat pembaca hanya didominasi oleh kalangan pendidikan seperti guru, dosen, ilmuan, pelajar dan mahasiswa. Menggambarkan bahwa kesadaran akan kebutuhan ilmu melalui buku sebagai media belajar cetak, tidak agresif. Rata-rata pendapatan ekonomi masyarakat yang relative rendah juga menjadi faktor pendukung sehingga minat beli buku belum menjadi prioritas utama.

Kedua, dari sisi pengarang dan penulis, belum banyak yang menjabat di profesi ini. Hal tersebut dikarenakan hak cipta pengarang atau penulis, maupun penerjemah kurang terlindungi oleh Negara.

Ketiga, dari sisi penerbit. Penyebaran, jumlah, dan kualitas penerbit buku masih belum mencukupi. Sebagian besar penerbit berada di pulau jawa sehingga menyulitkan penyebaran buku sampai ke pelosok Indonesia dan jika sampai pun harganya jauh lebih mahal karena tingginya biaya transportasi. Kualitas penerbit buku di Indonesia masih pula dipertanyakan. Akhir-akhir ini banyak ditemukan buku yang berisikan kata-kata yang tidak sesuai dengan tujuan pembacanya, kalangan anak-anaklah yang menjadi korban. Seharusnya naskah buku yang dikirim pengarang atau penulis menjadi tanggung jawab editor di penerbit yang melakukan pemilihan kata dalam buku tersebut sehingga saat dicetak sebagai buku tidak ada kesalahan pemilihan kata terutama buku-buku untuk kalangan anak-anak.

Dilihat dari segi manapun, perkembangan industri perbukuan di Indonesia harus berubah menjadi lebih baik kedepannya demi kemajuan bangsa ini. Campur tangan pemerintah sungguh diharapkan. Pemerintah harus melindungi hak cipta karya pengarang, penulis, maupun penerjemah dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang menegaskan tentang hak cipta dan sangsi tegas bagi yang melanggar. Selain itu, pemerintah diharapkan juga dapat memberikan kredit modal pinjaman yang mudah dan ringan terutama untuk penerbit kelas bawah dan penerbit di daerah-daerah agar mereka dapat mengembangkan usahanya lebih luas lagi.

Hal lain yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah yaitu mengenai izin menerbitkan dan mencetak buku khususnya buku-buku sekolah yang berizinan langsung dengan kementrian pendidikan. Diharapkan, pihak kementrian pendidikan yang mengeluarkan izin tersebut dapat mempertegas meneliti isi naskah buku sebelum memberikan izinnya agar hanya buku-buku dengan struktur bahasa dan tujuan yang jelas yang memiliki izin cetak.

Yang tidak dapat dilupakan dan merupakan kunci dalam kemajuan bangsa melalui buku sebagai bahan belajar cetak, adalah masyarakat pembaca itu sendiri. Budaya baca hadir dari kebiasaan. Kebiasaan hadir dari tuntutan. Dan tuntutan dimulai dari diri sendiri. Semakin banyak membaca, semakin kita tahu bahwa sebenarnya ilmu yang kita miliki masih terbatas. Maka dari itu, kita akan semakin giat membaca. Saat minat baca semakin membuncah, minat nulis pun hadir menyemangati untuk berbagi hal-hal bermanfaat untuk orang banyak. Ketahuilah sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Yang juga menjadi hal penghambat dalam pengembangan industry buku di Indonesia yaitu kurangnya pelatihan mengenai teknik penulisan buku, karena hanya sedikit orang yang memiliki pengetahuan tersebut, maka membatasi perkembangan industry buku itu sendiri.

Saya sebagai mahasiswa Universitas Negeri Jakarta jurusan Teknologi Pendidikan, tertarik untuk lebih dalam mengetahui ilmu teknik penulisan bahan ajar cetak, seperti buku pelajaran, modul, buku lain, dan sebaginya. Oleh karena itu, dengan keyakinan penuh saya memilih untuk mengambil mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak sebagai salah satu mata kuliah di semester 5 ini.

Harapan saya setelah saya selesai mengikuti mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak di akhir semester, saya dapat memilih, menilai dan mengevaluasi bahan ajar cetak berdasarkan materi, metodologi pembelajaran, bahasa, keterbacaan, ilustrasi, grafika, keseluruhan buku, dan sebagainya yang tepat dan sesuai untuk penggunanya dalam keperluan pembelajaran di sekolah maupun di pelatihan. Tepat dalam memilih dan mengevaluasi bahan ajar cetak, maka kegiatan pembelajaran akan dapat berjalan efektif dan maksimal dalam mencapai tujuan pembelajaran sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa.

Selain dapat memilih bahan ajar cetak yang baik dan sesuai dengan keperluan, setelah selesai mengikuti mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak ini, diharapkan saya juga dapat merancang dan membuat bahan ajar cetak berdasarkan materi, metodologi pembelajaran, bahasa, keterbacaan, ilustrasi, grafika, keseluruhan buku, dan sebagainya yang tepat dan sesuai untuk penggunanya dalam keperluan pembelajaran di sekolah maupun di pelatihan.

Di akhir semester 5 nanti, saya akan kembali menulis dan kemudian mempublishnya di blog ini untuk mengidentifikasi dan menguraikan apakah harapan saya berjalan ini berjalan seperti yang saya inginkan pada awalnya, kurang atau lebih dari yang saya harapkan.

Nantikan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s